ANGKATAN Laut Amerika Serikat (AS) membantah klaim ada peningkatan percobaan bunuh diri di kapal induk USS Abraham Lincoln. Bantahan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keluarga mengenai kesejahteraan para kru yang berada di laut selama lebih dari 260 hari.
Laporan dari publikasi militer NavyTimes, yang mengutip kerabat pasukan, menyebutkan setidaknya dua pelaut AS mencoba melompat ke luar kapal. Kapal induk tersebut berangkat dari AS pada November lalu dan dialihkan dari Pasifik ke Timur Tengah seiring persiapan Gedung Putih untuk operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Angkatan Laut menyatakan bahwa kesehatan dan kesejahteraan setiap pelaut di atas USS Abraham Lincoln adalah prioritas utama.
“Berdasarkan informasi yang tersedia bagi komando, kami tidak mengidentifikasi ada peningkatan laporan ide bunuh diri atau percobaan bunuh diri di atas kapal,” ujar juru bicara tersebut. Ia menambahkan bahwa profesional medis, kesehatan mental, dan keagamaan tersedia untuk menangani kekhawatiran yang muncul.
Kondisi Memprihatinkan Setelah 8 Bulan di Laut
Keluarga dari sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di atas kapal Lincoln menyuarakan kegelisahan terkait kekurangan pasokan, jadwal kerja yang panjang, dan ketakutan akan tindakan menyakiti diri sendiri. Lebih dari 200 anggota keluarga dilaporkan bertemu dengan Hung Cao, Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut, untuk membahas masalah ini.
Perwakilan Demokrat dari California, Mike Levin, juga menyoroti kondisi buruk di atas kapal melalui media sosial. Ia menyebutkan para pelaut kekurangan perlengkapan kebersihan dasar, harus menggunakan kamar mandi yang berjamur, toilet rusak, serta sering kali tidak mendapatkan air panas atau makanan yang cukup.
Beberapa kesaksian keluarga menggambarkan kondisi mental kru yang sangat tertekan:
- Annabelle Loma menyatakan suaminya mengalami burnout dan sempat mencoba melompat ke luar kapal.
- Maria Rodriguez melaporkan insiden terpisah di mana suaminya harus menarik rekan sekapalnya yang bersiap melompat dari dek.
Tekanan Penugasan Jangka Panjang
Normalnya, penugasan kapal induk berlangsung antara enam hingga tujuh bulan. Namun, USS Abraham Lincoln bertugas selama hampir sembilan bulan dengan waktu sandar yang sangat minim, termasuk kunjungan singkat di Guam pada Desember lalu.
Pensiunan Laksamana Madya Angkatan Laut AS, Robert Murrett, menjelaskan bahwa penugasan dengan durasi seperti ini memberikan tekanan besar pada kapal dan kru. “Angkatan Laut biasanya berusaha menghindari periode operasi laut yang berlebihan seperti ini dan Lincoln memegang rekor yang tidak menyenangkan dalam sejarah baru-baru ini untuk area ini,” katanya.
Saat ini, USS Abraham Lincoln diyakini berada di lepas pantai Iran sebagai bagian dari upaya perang AS di bawah yurisdiksi Komando Pusat AS (Centcom). Meskipun Hung Cao menyebutkan bahwa kapal tersebut akan digantikan oleh kelompok tempur USS Theodore Roosevelt, belum ada jadwal pasti kapan kru Lincoln akan kembali ke Amerika Serikat. (Newsweek/I-2)