GRUP musik pop Jakarta, White Shoes and The Couples Company (WSATCC), mengungkapkan kegembiraan mendalam mengenai partisipasi mereka dalam rangkaian tur Soundrenaline tahun ini, yang mengunjungi berbagai kota seperti Medan, Bandung, dan Jakarta.
Bagi anggota WSATCC, pengalaman di Soundrenaline tahun ini sangat berbeda dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya. Konsep pergelaran yang melibatkan banyak lokasi dan wilayah menjadi daya tarik utama yang membedakan acara ini dari festival musik umumnya.
Terhubung dengan Karakter Kota
Rio, salah satu anggota, menyatakan rasa kagumnya terhadap pemilihan lokasi yang memanfaatkan ruang publik yang telah berfungsi dan memiliki nilai sejarah.
“Kita dapat langsung berinteraksi dengan audiens di tempat mereka sendiri. Di Medan, misalnya, kita merasakan langsung budaya dan lingkungan setempat. Di Bandung juga menyenangkan, kita tampil di Braga yang merupakan ikon kota tersebut. Meskipun hujan lebat, semangat penonton sangat luar biasa,” ujarnya saat Soundrenaline (21/12).
Sari menambahkan bahwa konsep berpindah dari satu panggung ke panggung lain di area kota tua memberikan pengalaman yang berbeda. “Suasananya sangat berbeda dibanding festival lainnya karena arsitekturnya yang menarik. Ini bukan sekadar tempat kosong di mana acara musik diadakan, tapi ruang yang sudah memiliki jiwa di dalamnya. “
Menutup tur mereka di Jakarta, tepatnya di Taman Peruri, WSATCC menghadirkan sejumlah kejutan spesial. Selain kostum panggung yang didesain khusus dan menampilkan rinci wajah para anggota, mereka juga membawa aransemen musik yang berbeda dari penampilan di kota-kota sebelumnya.
“Untuk penampilan ini, kami akan lebih bermain dengan instrumen yang jarang dibawa, seperti kendang, perkusi, trompet, dan saksofon. Kami menyebutnya aransemen Les Tropicals Trio Kombo,” ungkap Riki.
Daftar lagu yang mereka bawakan mencakup perjalanan karier dari album pertama hingga yang terbaru di tahun 2020. Menariknya, meskipun tampil di Jakarta Selatan, mereka tidak akan membawakan lagu-lagu “hits” yang umum supaya penonton tetap merasakan kejutan di setiap penampilan.
Harapan untuk Masa Depan
Melihat kesuksesan konsep tahun ini, WSATCC berharap Soundrenaline dapat terus konsisten dengan format yang mengeksplorasi berbagai sudut kota. Saat ditanya tentang rencana kolaborasi di tahun depan, mereka justru memiliki ide kreatif.
“Mungkin tahun depan kami hanya menjadi kurator,” candanya. “Harapannya, titik-titik di kota yang bisa dieksplorasi lebih banyak lagi dan konsistensi ini dapat dilanjutkan. “
Penampilan WSATCC di Taman Peruri juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan referensi tempat berkumpul yang baru bagi warga Jakarta, sekaligus menutup perjalanan tropical mereka di panggung Soundrenaline tahun ini dengan penuh kesan. (Z-10)