TIM nasional Inggris dihadapkan pada tantangan geografis yang berat menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Meksiko. Pelatih kepala The Three Lions, Thomas Tuchel, secara terbuka mengaku cemas dengan kondisi geografis Stadion Azteca di Mexico City yang dikenal ekstrem bagi tim tamu
Stadion legendaris tersebut berdiri di ketinggian 7.200 kaki (sekitar 2.194 meter) di atas permukaan laut. Pada titik ini, tekanan udara sangat rendah sehingga kadar oksigen menjadi jauh lebih tipis. Kondisi ini dipastikan akan menguras fisik Harry Kane dan kawan-kawan yang terbiasa bermain di dataran rendah Eropa.
Celakanya, Inggris hanya punya waktu jeda tiga hari setelah mendepak DR Kongo lewat brace Harry Kane. Secara medis, tubuh atlet membutuhkan waktu minimal satu hingga dua minggu untuk memproduksi sel darah merah tambahan agar bisa bernapas normal di dataran tinggi. Sementara skuad Tiga Singa dijadwalkan baru mendarat di Mexico City dua hari sebelum sepak mula.
“Ketinggian ini akan menjadi kerugian besar bagi kami. Secara fisik, mustahil bagi kami untuk beradaptasi hanya dalam tiga hari,” keluh Tuchel.
Sebaliknya, sang tuan rumah Meksiko diuntungkan luar biasa. El Tri sudah memainkan seluruh laga fase grup mereka di dataran tinggi, termasuk di Guadalajara dan Stadion Azteca. Paru-paru para pemain Meksiko sudah terbiasa “berteman” dengan tipisnya oksigen.
Meski dihantui masalah fisik dan beban sejarah 60 tahun puasa gelar Piala Dunia, Tuchel menegaskan mental anak asuhnya sama sekali tidak ciut.
Sebelumnya, Inggris berhasil melangkah ke babak perdelapan final Piala Dunia 2026 setelah memetik kemenangan dramatis 2-1 atas RD Kongo. Bertanding di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (1/7) malam WIB, sang kapten Harry Kane menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol kemenangan.
Di babak 16 besar, raksasa Eropa ini akan menghadapi Meksiko yang melaju mulus setelah mengandaskan Ekuador dengan skor dua gol tanpa balas.
(BBC/P-4)