PENYERANG andalan tim nasional Norwegia, Erling Haaland, menyebut bahwa beban dan tekanan psikologis sepenuhnya berada di pundak tim nasional Inggris. Kedua tim akan berlaga pada babak perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7) dini hari WIB.
Haaland tengah menikmati momentum sepanjang turnamen akbar di Amerika Serikat ini dengan mengemas tujuh gol hanya dari empat pertandingan. Ketajaman bomber Manchester City tersebut dibuktikan lewat sumbangan dua golnya saat memulangkan tim raksasa Brasil di babak 16 besar akhir pekan lalu.
Keberhasilan menembus babak delapan besar merupakan pencapaian historis bagi Norwegia, yang baru kembali mencicipi panggung tertinggi sepak bola dunia sejak edisi 1998 silam. Kendati timnya tengah dalam tren impresif, Haaland dengan gaya jenakanya yang khas justru enggan memosisikan Norwegia sebagai unggulan.
“Semua tekanan ada pada Inggris. Ada beberapa tim yang menjadi favorit jelas di turnamen ini, dan Inggris adalah salah satunya. Jadi, saya pikir Anda semua (media dan publik) harus melimpahkan setiap jengkal tekanan kepada anak-anak Inggris,” ujar Haaland dalam konferensi pers seusai latihan tim di Fort Lauderdale, Florida, Kamis (9/7) waktu setempat.
Sambil melempar senyum, Haaland juga menyentil para pendukung The Three Lions agar tetap membumi sebelum laga dimulai. Kalimat tersebut merujuk pada ucapan ikoniknya, “stay humble”, yang sempat ia lontarkan kepada manajer Arsenal, Mikel Arteta, pada September 2024 lalu.
Laga Emosional di Tanah Kelahiran
Bagi Haaland, pertandingan perempat final ini memiliki kedekatan emosional yang sangat mendalam. Ia lahir di kota Leeds, Inggris, saat sang ayah, Alf-Inge Haaland, merumput untuk Leeds United di Elland Road.
“Ini pertandingan yang super spesial bagi saya pribadi. Saya lahir di Inggris, berkarier di kompetisi Inggris, dan besok saya akan menghadapi rekan-rekan setim saya sendiri di klub. Ini situasi yang menyenangkan dan akan menjadi laga yang sangat bagus,” imbuh mantan penyerang Borussia Dortmund tersebut.
Haaland mengakui bahwa keberhasilan melangkah sejauh ini bersama skuad berjuluk Løvene (Singa-Singa) merupakan kejutan besar yang tidak pernah ia prediksikan sebelumnya. Baginya, mengalahkan Brasil dan kini bersiap menantang Inggris di perempat final Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat terasa seperti cerita yang tidak biasa bagi publik sepak bola Norwegia.
Kabar baik juga menaungi persiapan taktis Norwegia. Skuad asuhan Stale Solbakken dipastikan turun dengan kekuatan penuh dan dalam kondisi bugar secara kolektif. Laporan media lokal mengenai isu penyebaran virus penyakit di dalam kamp latihan awal pekan ini dipastikan hanya kabar yang terlalu dibesar-besarkan. Norwegia kini siap tampil lepas tanpa beban demi mencetak sejarah baru menembus babak semifinal.
(Theguardian/P-4)