Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia dan Brasil tengah mempertimbangkan pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA). Langkah ini dinilai sebagai strategi awal yang pragmatis untuk memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dengan blok ekonomi Mercosur.
Usulan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil, Márcio Fernando Elias Rosa, di Jaipur, India, pada Jumat (7/8). Budi berharap kerja sama ini nantinya dapat bertransformasi menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif.
“Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia-Mercosur PTA,” ujar Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (9/8).
Alternatif Terhadap Hambatan CEPA
Opsi pembentukan PTA diajukan Indonesia sebagai solusi alternatif karena negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) belum berjalan efektif. Blok Mercosur sendiri beranggotakan Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia.
Budi mengakui adanya dinamika internal di antara negara anggota Mercosur, termasuk perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Hal inilah yang turut memengaruhi lambatnya progres negosiasi CEPA selama ini.
Pintu Masuk Pasar Regional
Penguatan hubungan dagang dengan Brasil dipandang strategis bagi kedua negara untuk membuka akses pasar di kawasan masing-masing. Brasil diproyeksikan menjadi pintu masuk produk-produk unggulan Indonesia ke pasar Amerika Latin, sementara Indonesia dapat berperan sebagai gerbang bagi produk Brasil untuk merambah pasar Asia.
“Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing,” terang Budi.
Menteri Márcio Fernando Elias Rosa menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan keterbukaan Brasil untuk melanjutkan pembahasan. Pihak Brasil berkomitmen untuk mempelajari lebih lanjut draf usulan yang diajukan Indonesia.
Data Perdagangan Indonesia-Brasil
Berdasarkan data kementerian, kinerja perdagangan kedua negara menunjukkan angka yang signifikan:
- Januari-Juni 2026: Total perdagangan mencapai US$3,53 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar US$1,17 miliar.
- Tahun 2025: Total perdagangan tercatat sebesar US$7,00 miliar dengan nilai ekspor Indonesia ke Brasil mencapai US$2,21 miliar.
Produk ekspor utama Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani/nabati, kendaraan beserta bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet, serta bahan bakar mineral. Sebaliknya, Indonesia mengimpor ampas dan sisa industri makanan, gula, kapas, tembakau, serta bijih logam dari Brasil. (Ant/E-3)