KEJUTAN besar terjadi di turnamen Grand Slam Prancis Terbuka. Petenis nomor satu dunia yang menjadi favorit utama juara, Jannik Sinner, secara tak terduga tumbang di babak kedua setelah menelan kekalahan dari petenis peringkat 56 dunia, Juan Manuel Cerundolo.
Sinner sejatinya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Setelah menang mudah di babak pertama, petenis asal Italia ini sempat memimpin jauh 6-3, 6-2, 5-1 atas Cerundolo. Namun, performa Sinner mendadak merosot tajam akibat penurunan kondisi fisik yang drastis di pertengahan set ketiga.
Sinner mulai kesulitan bergerak di lapangan dan menelan kekalahan dalam tiga gim beruntun sebelum akhirnya memanggil tim medis. Ia mengeluh merasa pusing dan ingin muntah, bahkan harus meninggalkan lapangan di akhir set ketiga dan keempat. Sinner akhirnya menyerah kalah dengan skor akhir 3-6, 2-6, 7-5, 6-1, 6-1.
Meskipun sejumlah pemain mengeluhkan suhu panas di Paris yang mencapai 34 derajat Celsius, Sinner menegaskan cuaca bukan penyebab kekalahannya.
“Saya tidak punya energi hari ini. Itu bisa saja terjadi. Tidak ada orang yang menjadi robot,” ujar Sinner.
“Saya bangun pagi ini, merasa kurang sehat dan mencoba membuat poin-poin menjadi sangat pendek. Pada awalnya saya memukul dengan sangat bersih, sangat bagus, lalu kemudian saya seperti menabrak dinding. Saya mulai merasa pusing. Energi sangat rendah. Saya mencoba melakukan servis untuk menyelesaikan pertandingan, tetapi saya tidak punya banyak energi.”
“Cuacanya hangat, tapi tidak gila-gilaan panasnya. Saya merasa cukup oke untuk bermain. Ini bukan masalah panas, bukan masalah cuaca. Ini murni saya hari ini, tetapi hal ini memang bisa terjadi,” tambah pemain berusia 24 tahun tersebut.
Sorotan Terhadap Jadwal Padat
Kekalahan ini menghentikan rekor 30 kemenangan beruntun milik Sinner. Hasil ini juga memicu kritik terkait jadwal bertanding Sinner yang sangat padat menjelang Prancis Terbuka, termasuk keberhasilannya menjuarai turnamen beruntun di Monte-Carlo, Madrid, dan Rome.
Mantan petenis nomor satu Inggris, Tim Henman, menilai Sinner seharusnya melewatkan salah satu turnamen pemanasan tersebut demi menjaga kebugaran tubuhnya. Namun, Sinner langsung membela keputusannya tersebut.
“Jika saya tidak bermain di Madrid atau Roma, mungkin saya datang ke sini dan tetap mengalami hari seperti ini di mana Anda merasa sakit. Melihat ke belakang itu selalu sulit,” kata Sinner.
“Saya memenangkan tiga turnamen di lapangan tanah liat. Hasil yang luar biasa. Rentetan kemenangan yang luar biasa bagi saya. Di awal tahun, ini adalah target utama saya di sini. Tersingkir sangat awal bukanlah hal yang saya cari, tetapi Anda juga tidak tahu apakah keadaan akan berubah jika saya melewatkan Madrid dan hanya bermain di Roma.”
Setelah kegagalan ini, Sinner mengisyaratkan akan beristirahat total dan tidak akan mengikuti turnamen apa pun hingga tiba waktunya untuk mempertahankan gelar juara di Wimbledon yang akan dimulai pada 28 Juni mendatang. (BBC/Z-2)