PEMIMPIN Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan Israel tidak boleh melanjutkan operasinya di Libanon. Pernyataan ini disampaikan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan pasukan Israel akan tetap berada di negara tetangganya tersebut “selama diperlukan.”
“Israel tidak akan tinggal di Libanon, bahkan jika mereka meningkatkan kejahatannya. Dan kami akan membela (diri kami),” ujar Qassem dalam sebuah pidato di Al-Manar TV pada Minggu.
Meskipun nota kesepahaman yang dicapai oleh Iran dan Amerika Serikat telah menguraikan berakhirnya permusuhan di Libanon, pertempuran di lapangan masih terus berlanjut seiring terjadinya bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah. Qassem menggarisbawahi kelompok militan yang didukung Iran tersebut akan merespons setiap tindakan yang mereka anggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
“Gencatan senjata apa pun di bawah tajuk penghentian menyeluruh terhadap agresi – kami sudah berkomitmen terhadap hal itu. Namun kami tidak akan menerima pelanggaran apa pun. Setiap pelanggaran, akan kami hadapi. Setiap pelanggaran, akan kami lawan. Setiap pelanggaran, akan kami tangani sesuai dengan apa yang kami pandang tepat,” tegas Qassem.
Di sisi lain, perkembangan penting terkait gencatan senjata terbaru menunjukkan Israel bersiap untuk mengakhiri pembatasan publik di seluruh wilayah negaranya, termasuk di sepanjang perbatasan Israel-Libanon, pada hari Minggu.
Komando Garis Depan Domestik Israel mengumumkan bahwa pembatasan terbaru, yang sebelumnya membatasi pertemuan publik dan kegiatan sekolah di Israel utara, akan berakhir pada hari Senin pukul 06.00 waktu setempat. Sejak dimulainya perang dengan Iran lebih dari tiga bulan lalu, Israel secara teratur menerapkan pembatasan pada sektor pendidikan dan jumlah kerumunan massal di komunitas-komunitas yang dekat dengan Lebanon.
Melalui kebijakan baru ini, terhitung sejak Senin pagi, seluruh wilayah Israel dipastikan tidak akan lagi memiliki pembatasan yang memengaruhi aktivitas sekolah, pekerjaan, maupun pertemuan publik. (CNN/Z-2)