Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas mengenai etika kepemimpinan dan demokrasi dalam peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (13/7). Dalam pidatonya, Presiden menyebut pemimpin yang sengaja menganjurkan aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum sebagai pengkhianat bangsa.
Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan pilihan politik. Ia meminta seluruh elemen bangsa untuk menghormati hasil demokrasi tanpa harus melakukan tindakan anarkis yang merugikan negara.
“Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat,” tegas Prabowo.
Ia juga menambahkan keyakinannya terhadap konsekuensi moral dari tindakan tersebut. “Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu,” imbuhnya.
Refleksi Pengalaman Politik
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menceritakan pengalamannya selama mengikuti kontestasi pemilihan presiden. Ia mengungkapkan telah lima kali maju dalam pilpres dan mengalami kekalahan sebanyak empat kali. Namun, ia menegaskan tidak pernah sekalipun mengarahkan pendukungnya untuk melakukan aksi anarkis.
“Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya. Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ujarnya, seraya mengibaratkan politik seperti pertandingan sepak bola yang harus menjunjung tinggi sportivitas.
Rekonsiliasi dengan Tokoh Politik
Prabowo juga menyoroti dinamika politiknya dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Imin). Meski pada Pilpres 2024 berada di kubu yang berseberangan, kini keduanya bersatu dalam pemerintahan demi kepentingan bangsa.
“Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya, tetapi gak ada masalah, karena dalam hati Beliau, Beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang, Beliau bersama saya untuk Indonesia,” kata Presiden.
Sebagai informasi, pada Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan, bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka serta Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Terbuka Terhadap Kritik
Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk membuktikan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang bersatu meski setelah bersaing secara politik. Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya tetap terbuka terhadap kritik yang membangun sebagai bentuk koreksi.
“Kita bersaing, habis itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Jangan bisanya nyinyir. Kalau kamu gak setuju, kamu gak mau bekerja, kamu duduk aja baik-baik. Tetapi, kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada,” pungkasnya.